Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Desember 2014


10 Cara untuk membuat anak pintarBanyak faktor yang mempengaruhi tingkat kecerdasan otak anak anda, diantaranya adalah faktor gizi. Namun masih banyak hal-hal lain yang ternyata dapat meningkatkan kecerdasan otak anak. Apa sajakah itu? Berikut adalah 10 hal yang dapat meningkatkan kecerdasan otak anak sehingga dapat membuat mereka lebih pintar, diantaranya adalah :

1. Bermain Permainan Asah Otak
Hal ini telah terbukti untuk meningkatkan kemampuan otak kanan anak anda. Catur, teka-teki silang, ataupun permainan tebak-tebakan dapat melatih otak anak anda. Permainan seperti Sudoku bisa menjadi permainan yang menyenangkan sekaligus melatih pemikiran strategis, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan yang kompleks. Jaga terus permainan asah otak ini di sekitar rumah dan ajak anak anda untuk membantu anda dalam memecahkan masalah yang rumit.

2. Belajar Musik
Mendengarkan anak anda bermain musik mungkin tidak selalu menyenangkan bagi anda, namun pelajaran musik dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk mengasah otak kanan. Berdasarkan sebuah penelitian oleh para peneliti dari Universitas Toronto, pelajaran musik tampaknya bermanfaat bagi perkembangan IQ dan akademik anak. Penelitian tersebut menemukan bahwa belajar musik di masa kecil akan berpengaruh pada hasil (nilai) yang lebih bagus saat di SMU, dan IQ yang tinggi ketika dewasa.

3. ASI
ASI adalah makanan yang bagus untuk otak bayi. Penelitian secara konsisten telah menunjukkan bahwa menyusui memiliki banyak manfaat untuk pertumbuhan bayi. ASI dapat mencegah infeksi berbahaya dan merupakan sumber makanan penting. Peneliti Denmark telah menemukan bahwa menyusui dapat membuat bayi menjadi sehat dan cerdas. Studi ini mengatakan bahwa bayi yang diberi ASI selama sembilan bulan, tumbuh secara signifikan dan lebih cerdas daripada mereka yang menyusui hanya selama satu bulan atau kurang.

4. Olahraga
Studi yang dilakukan oleh peneliti Universitas Illinois menunjukkan hubungan yang kuat antara kebugaran dan prestasi akademik di antara anak-anak sekolah dasar. Berolahraga dapat mendorong anak lebih percaya diri, mampu bekerja secara tim, dan berjiwa kepemimpinan.

5. Bermain video game
Terkejut…? Mungkin banyak dari anda yang tidak setuju dengan poin ini, dan memang benar banyak jenis permainan pada video game yang mempunyai efek negatif bagi anak, seperti permainan bertema kekerasan dan lainnya, yang tidak ada hubungannya dengan kecerdasan otak. Namun masih banyak juga permainan video game yang bersifat edukatif dan mampu meningkatkan perkembangan otak anak lebih cepat. Sebuah studi terbaru yang dilakukan di University of Rochester menemukan bahwa peserta yang bermain video game belajar isyarat visual jauh lebih cepat daripada rekan-rekan mereka. Namun demikian, anda sebagai orang tua harus benar-benar menyeleksi dengan ketat permainan apa yang layak bagi anak anda.


6. Gizi yang terpenuhi
Singkirkan makanan-makanan tidak sehat seperti ‘junk food’ dari hadapan anak anda dan ganti dengan makanan yang tinggi akan gizi. Anak yang gizinya terpenuhi dapat berpengaruh baik bagi mental dan perkembangan motorik, terutama anak usia dini khususnya dalam 2 tahun pertama kehidupannya. Sebagai contoh, anak-anak membutuhkan zat besi untuk perkembangan otak yang lebih baik, jadi jika kekurangan zat besi maka impuls saraf akan bergerak lebih lambat. Oleh sebab itu jaga kebutuhan gizi anak anda dengan makanan-makanan yang sehat agar meningkatkanperkembangan otak anak anda menjadi lebih baik.

7. Menggali dan Menjaga Rasa Keingintahuan
Para ahli mengatakan bahwa orang tua yang mendorong dan menjaga anak-anak mereka untuk menggali hal-hal baru, mengajarkan mereka akan pelajaran yang berharga : bahwa mencari pengetahuan adalah sangat penting. Dukunglah hobi anak-anak anda selama itu positif, jangan bosan-bosan menjawab pertanyaan-pertanyaan anak yang mungkin remeh bagi anda, dan ajarkan keahlian-keahlian baru pada mereka. Hal tersebut dapat membantuperkembangan otak anak anda ke arah yang lebih intelektual.

8. Membaca
Membaca sangat baik untuk perkembangan otak anak. Membaca adalah cara untuk meningkatkan pembelajaran dan perkembangan kognitif pada anak-anak dari segala usia. Ajari anak-anak anda untuk membaca sedini mungkin dan dorong mereka agar senantiasa gemar membaca.

9. Menguatkan Kepercayaan Diri
Pada usia remaja, anak-anak dapat menjadi mangsa berpikir negatif yang dapat membatasi potensi mereka. Psikolog anak mendorong orang tua untuk menguatkan anak-anak mereka secara positif dengan dorongan dan keyakinan yang optimis. Partisipasi dalam olahraga tim dan kegiatan sosial lainnya juga membantu membangun kepercayaan diri anak.

10. Sarapan
Sarapan dapat meningkatkan memori, konsentrasi dan belajar. Anak-anak yang tidak makan sarapan cenderung lebih mudah lelah, menjadi lebih mudah marah, dan bereaksi lebih cepat daripada mereka yang memulai hari dengan sarapan. Jadi jangan biarkan anak anda untuk tidak sarapan, karena sarapan dapat membantu anak-anak Anda tetap fokus dan aktif selama jam sekolah.

Semoga Bermanfaat...

Senin, 01 Desember 2014

Banyak hal yang bisa memicu emosi atau kemarahan orangtua. Menurut psikolog Aurora L. Toruan, Msi, marah, sebagai suatu bentuk emosi dan perilaku, memang memiliki sisi positif dan negatif. Pada umumnya, rasa marah yang muncul sehari-hari cenderung singkat dan dalam intensitas yang rendah. Marah yang demikian, masih terhitung wajar.
“Bila disampaikan dengan cara yang pantas, rasa marah dapat membantu individu mengekspresikan perasaannya. Selain itu juga membuatnya mengatasi masalah yang sedang dihadapi dan mencapai suatu tujuan positif,” katanya.
Namun bila rasa marah sudah semakin meningkat dan diri sendiri tak mampu mengendalikannya, seringkali kemarahan disertai tindakan atau perilaku kasar yang menyakiti orang lain. Inilah sisi negatif dari kemarahan.
Menjadi Role Model
Kemarahan orangtua kepada anak bertujuan agar anak memahami aturan-aturan yang ada, khususnya apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Pasalnya, dengan memahami aturan, anak akan mampu berperilaku sesuai norma masyarakat yang berlaku. Sebagai contoh, ketika anak memukul adiknya, sudah selayaknya orangtua menegur dan menunjukkan bahwa perilaku anak tersebut salah karena bisa menyakiti adiknya. Lebih lanjut, orangtua bisa mengarahkan agar Si Kakak berbicara secara santun bila ada yang tidak disukai dari adiknya.
“Dengan menegur dan membimbing, orangtua berharap anak tidak mengulang lagi cara yang salah ketika mengalami ketidaknyamanan. Selanjutnya, nilai ini diharapkan akan diterapkan di lingkungan saat ia bertemu teman-temannya.”
Bila ingin anak memiliki kemampuan yang baik dalam memahami aturan dan memecahkan masalah, kuncinya adalah dengan memberikan contoh.
Pengalaman cara orangtuanya menyelesaikan masalah yang disaksikannya, akan ditiru. “Apakah ia akan tenggelam dalam kemarahan, frustrasi, dan merasa tidak berdaya? Ditambah dengan menyalahkan orang lain sebagai penyebab kegagalan dirinya sendiri? Atau, ia akan mencoba memperbaiki kesalahan dengan menenangkan diri serta mencari berbagai alternatif?” urai Aurora.
Beri Penjelasan
Namun, lebih lanjut ia mengingatkan, saat menegur anak berikan penjelasan yang memadai . Pasalnya jika tidak diiringi penjelasan memadai, anak akan merasa dirinya selalu salah dan takut salah sebelum melakukan sesuatu.
“Anak juga akan merasa diri tidak mampu dan akhirnya membentuk konsep diri yang negatif. Ini akan membuatnya menjalani kehidupannya dengan berperilaku sesuai konsep diri yang negatif tersebut. Dengan kata lain, akan terbentuk pikiran bahwa dirinya serba tidak bisa, kurang disayang, atau kurang dapat membanggakan orangtua.”
Teguran Jelas
Aurora melanjutkan, orangtua perlu menyampaikan teguran dengan jelas dan tegas. “Jadi bukan sekadar mengekspresikan rasa marah untuk menimbulkan rasa bersalah pada diri anak saja. Bukan juga untuk menunjukkan siapa yang lebih berkuasa atau yang lebih benar sehingga anak harus patuh.”
Selain mengingatkan atau memberi tahu konsekuensi dari ulah Si Kecil, memang ada saatnya orangtua pun perlu memberikan penekanan atau ketegasan bila anak masih melakukan kesalahan yang sama.
“Yang perlu diperhatikan bukan semata apa yang diucapkan, tetapi juga bagaimana kemarahan itu disampaikan. Kalau sambil berteriak, hanya akan memancing balasan dan membentuk pola perdebatan saja.”

Semoga Bermanfaat....
Saat berkunjung ke rumah temannya, Anita terkesima melihat putri bungsu temannya sudah bisa makan dan mencuci piring sendiri. Padahal, usianya baru dua tahun, lo.
Sementara anak laki-lakinya yang sudah masuk sekolah dasar, bangun pagi dan makan tanpa disuapi saja sulit. Kenapa anaknya tak bisa seperti putri bungsu Anita?
Menurut Ine Indriani Aditya, M.Psi., Child Psychologist & Coach dari Psycoach, pemberian tugas anak laki-laki dan perempuan biasanya memang berbeda. Misalnya untuk anak perempuan, tugas yang diberikan pada Si Kecil lebih feminin, mulai dari membantu ibu di dapur, belanja, membereskan tempat tidur, atau menyiram tanaman. Sedangkan anak laki-laki lebih sering diikutsertakan pada kegiatan mencuci mobil atau bertukang.
“Itulah kenapa anak perempuan terlihat lebih membantu orangtua. Ini karena pekerjaan di rumah sifatnya lebih keibuan, sementara bapak berkaitan dengan kegiatan di luar. Sedikit banyak, ini yang membuat anak perempuan kesannya lebih bertanggung jawab,” tambah Ine yang juga praktik di Klinik Tumbuh Kembang dan JEC Kedoya ini.
Tuntutan sosial, lanjutnya, membuat pekerjaan rumah didominasi oleh pihak perempuan. “Jarang ada ibu yang meminta anak laki-lakinya mencuci atau mengepel karena masyarakat umumnya menilai pekerjaan tersebut lebih pas dan enjoy jika dilakukan anak perempuan.”
Belajar Memiliki
Tanggung jawab pada anak dipengaruhi oleh usia dan perkembangan dirinya. Mengajarkan anak tanggung jawab , terang Ine, akan membuahkan beragam hal mulai dari kemandirian, kepercayaan diri, serta sikap lebih menghargai barang yang dimilikinya.
“Anak akan menyadari barang yang dimilikinya adalah pemberian dari orangtua yang harus dijaga,” paparnya.
Sebaiknya, Anda sudah mulai mengajarkan anak tanggung jawab sejak kecil. Tentunya ini perlu dimulai dari hal-hal kecil. Sebagai contoh, minta anak untuk membereskan mainan atau makan sendiri. “Tujuannya tak lain untuk menanamkan tanggung jawab dan menumbuhkan nilai percaya diri pada anak. Jadi anak merasa bisa melakukannya sendiri.”
Idealnya, ungkap Ine, sejak usia 2 tahun, anak sudah mampu melakukan sesuatu sendiri. “Atau dengan kata lain, saat anak sudah bisa mulai jalan. Ini artinya, kan, motorik kasar atau halusnya sudah berkembang.

Semoga Bermanfaat....

Minggu, 30 November 2014

Mengamati tumbuh kembang anak bukan tugas istri saja. Tapi, suami juga memiliki tanggung jawab memantau. Jika sang istri lupa menimbang berat badan dan mengukur panjang badan anak, maka suami wajib mengingatkan.  Kapan perlu ditemani saat pemeriksaan.

Waktu kehamilan istri saya 8 bulan, (3/10/2012)  anak saya yang ada dalam rahim, kata dokter kebidanan, ‘ dalam keadaan sehat, kemungkinan berat badannya (BB) 2, 5 kg’.

Tumbuh kembang anak usia 0 bulan

Satu (1) bulan setelah melakukan pemeriksaan, tepatnya tanggal,  (3/11/2012) istri saya melahirkan bayi perempuan nan imut,  BB lahir:  3,25 kg dan PB lahir: 52 cm.  Alhamdulillah, proses persalinan berjalan lancar dan anak kami sehat.  Ia menangis saat lahir,  cairan ketuban berwarna bening. Kata Bidan yang menolong, ‘ anak saya lahir tepat waktu, sesuai dengan usia kehamilan.’

berat badan anak usia 0 bulan


Tumbuh kembang anak usia 1 bulan

Memiliki anak pertama, sungguh kebahagian terindah. Namun, di balik kebahagian itu muncul tantangan. Bagaimana memberikan kenyamanan pada anak, agar ia tumbuh dan berkembang dengan sehat?


Banyak yang memberi saran, diantaranya, berbunyi ” sebaiknya bayi diberi gurito pada perutnya, agar tidak mudah masuk angin, dan dewasa nanti ia juga akan kelihatan ramping.”  Saran lainnya,  ”jika usia anak memasuki 2 bulan sebaiknya diberi makan tambahan, seperti nasi dicampur pisang, kemudian ditumbuk hingga jadi bubur. Sebab pemberian ASI saja tidak cukup.”

Semua saran diakomodir oleh istri saya, tapi tidak ia praktekkan, dengan alasan apa bila bayi dililit perutnya dengan gurito, itu akan menghambat pertumbuhan dan pernafasannya, sebab bayi masih dominan menggunakan nafas pada kembang kempis perut. Lilitan yang erat pada perut tentunya akan menghambat kembang kempis yang dimaksud.  Ketika itu, saya percaya saja, sebab istri saya seorang Bidan, saat ini bertugas di unit Perinatologi.  Unit Perinatologi adalah ruangan tempat khusus untuk merawat bayi yang bermasalah dengan tumbuh kembangnya.

Alhasil, berjalannya waktu, anak saya  genap  1 bulan.  BB 4 kg, PB 56 cm, artinya selama 1 bulan BB bertambah 1,75 kg dan PB naik sebanyak   4 cm.  Dari usia 0- 1 bulan, hanya diberikan ASI eklusif tiap 2 jam sekali.

Tumbuh kembang anak usia 2 bulan

Tanggal 3 Januari 2013, genap 2 bulan. Berat badannya pas 5 kg, dan panjang badan 58 cm. BB bertambah 1 kg, sedangkan tinggi hanya naik 2 cm.

Ibunya lumayan protektif menjaga dan mengawasi. Seperti, mengusahakan untuk tidak sering dipeluk dan gendong, diayun-ayunkan, serta dicium-cium.

Apa bila anak sering dipeluk dan digendong mengakibatkan anak kecanduan, apa bila di letakan di tempat tidur, maka ia suka rewel, dan ingin terus dipeluk dan digendong  sampai terlelap.  Tapi, kalau dibiasakan ia tetap berada di tempat tidur dan dipeluk seperlunya saat menyusui, maka anak tidak sulit untuk terlelap, dan jarang rewel jika dibiarkan berada di kasur.

Kemudian, apa bila anak diayun-ayunkan, maka tidak baik untuk perkembangan syaraf di otaknya. Terkait dicium-cium,  kemungkinan anak beresiko demam, karena pertahanan tubuh bayi tidak terlalu bagus, jadi hati-hati mencium bayi , dalam kondisi si tukang cium  sedang mengalami flu dan batuk.

Tumbuh kembang anak usia 3 bulan

Usia 3 bulan, ia sudah mampu miring ke kiri dan ke kanan, mulai tertarik melihat warna dan benda bergerak. Suka senyum dan berkata-kata.  Berat badan naik menjadi 6,4 Kg dan PB: 63 cm.

Panjang badan anak usia 3 bulan


Tabel pertumbuhan dan perkembangan anak

Memantau setiap bulan pertumbuhan dan perkembangan anak adalah usaha yang baik untuk menjaga kesehatan anak.  Bagi bapak/ibuk yang sedang punya bayi, atau akan melahirkan , atau masih merencanakan, dapat menggunakan Tabel dibawah ini sebagai pedoman.


Pada postingan ini, saya tidak bermaksud berbangga diri, karena telah punya anak, atau anak saya baik tumbuh kembangnya.  Saya hanya bermaksud berbagi pengalaman dalam merawat dan memantau tumbuh kembang anak.  Untuk itu, dapat saya simpulkan dalam memantau tumbuh kembang anak yang perlu jadi perhatian adalah sebagai berikut:
  • Berikan ASI 1 x 2 jam selama kurang lebih 30 menit.
  • Hindari menggunakan gurito, karena tidak terbukti baik untuk tumbuh kembang anak.
  • Jangan memberikan makan tambahan hingga anak berusia 6 bulan. Karena sistim pencernaannya belum mampu mengolah makanan selain air susu (Sebaiknya Air Susu IBU: ASI) .
  • Jika anak rewel, perlu dipertimbangkan lagi cara asuh yang benar.
  • Tingkatkan gizi dan nutrisi ibu selama hamil dan menyusui.
  • Selalu kontrol Berat Badan dan Tinggi Badan anak, minimal 1 kali dalam sebulan.
  • Konsultasikan tumbuh kembang anak pada pelayanan kesehatan terdekat.
Dan, akhirnya Salam sehat untuk anak Indonesia. 
Semoga bermanfaat.
Healthy Habits atau gaya hidup sehat alangkah baiknya kalau dikenalkan sedini mungkin pada anak-anak.
Karena pola hidup sehat yang Anda tanamkan pada buah hati, dapat menjadi pondasi kuat perilaku sehat di usianya yang lebih dewasa nanti.
Berikut ini tips mengenalkan 5 healthy habits pada buah hati:
1. Cuci Tangan Dengan Sabun.
images cuci tanganJangan pernah menyepelekan urusan cuci tangan.
Ingat kuman dan bakteri bisa ada di mana saja.
Gosok badan tangan, di sela-sela jari hingga kuku agar kotoran bisa ikut terbuang bersama air mengalir.
Setelah itu, keringkan tangan dengan waslap kering.
Biasakan mencuci tangan sebelum anak makan, minum atau pergi tidur.
2. Mandi Teratur.
Sebelum mandi ingatkan anak untuk menyikat gigi.
Ritual ini harus dibiasakan sejak dini.
Hal rutin lain yang juga perlu Anda lakukan adalah, membersihkan kuku dan telinga anak secara rutin.
3. Kebersihan Pakaian dan Mainan Anak.
Perhatikan kebersihan lemari pakaian dan mainan anak.
Seminggu sekali, bersihkan lemari penyimpanan dan bersihkan pula mainan anak dengan waslap kering.
Usahakan penempatan lemari ini tidak di tempat yang lembab, karena akan mengakibatkan barang di dalamnya menjadi bau.
4. Menu Seimbang.
Batasi kebiasaan anak ngemil snack ringan yang kaya akan penyedap.
Anda bisa berkreasi dengan membuat camilan sehat seperti; puding susu, jelly buah atau ‘carrot cake‘ selain rasanya lebih ‘yummy’ kandungan gizinya dijamin lebih baik ketimbang camilan ‘junk food‘.
5. Buang Sampah Pada Tempatnya.
Ajari anak untuk menjaga kebersihan rumah dengan membuang sampah pada tempatnya.
Taruhlah tempat sampah di tempat yang bisa dijangkau oleh anak.
Perhatikan pula kebersihan tempat sampah.
Cucilah seminggu sekali agar kuman dan kotoran yang tertinggal di dalamnya bisa ikut mati.
Semoga bermanfaat………………
keluarga dan gadgetKesibukan orang tua kadang membuat “lupa” bahwa anak-anak membutuhkan perhatian, kasih sayang, sentuhan, pelukan, ciuman secara fisik, benar-benar secara fisik.
Apapun kesibukan kita, sebagai orangtua, penuhi hak anak-anak kita.
Luangkan waktu yang “berkualitas” agar mereka yakin bahwa orangtuanya menyanyangi dan memperhatikannya.
Bagi orang tua yang tidak bekerja, mereka punya banyak waktu di rumah, tetapi anak-anak tak merasakan kehadirannya.
Mereka banyak melakukan kegiatan bersama-sama, tetapi tanpa kebersamaan.
Kenapa bisa begitu? Karena mereka sama-sama memelototi TV, di tempat yang sama, tetapi pikirannya sibuk sendiri-sendiri.
Mereka duduk saling berdekatan, tetapi tidak menjalin kedekatan, karena sibuk dengangadget masing masing, bahkan ketika sedang makan bersama pun kedekatan itu lenyap.
Sama seperti penumpang bus antar kota.
Duduk berdampingan dari Surabaya ke Jakarta, tetapi sampai di tempat tujuan tidak saling kenal.
Sebab, mereka hanya saling dekat secara fisik (physical closeness), bukan dekat secara emosi (attachment).
Anak-anak kita bahagia jika berdekatan dengan kita, bukan karena uang yang kita berikan, tetapi karena WAKTU yang kita LUANGKAN untuk bercanda dan berbincang bersama mereka.
Mereka rindu kepada kita tatkala saling berjauhan, bukan karena menanti sekeranjang oleh-oleh yang menggugah selera, tetapi karena mengharap pertemuan ,yang di dalamnya mengalirkan kerinduan,  juga cerita serta nasihat yang bersahabat.
Ingat ………Bagi dunia kau adalah seseorang, namun bagi anak anakmu, kau adalah segalanya.
Semoga bermanfaat………
Seorang ayah selain menjadi teladan di dalam keluarga, harus mampu menjadi idola bagi anak anaknya, jika anak anaknya sampai mengagumi orang lain, dan orang yang dikagumi itu perilakunya kurang baik, maka pribadi anak akan meniru idolanya.
working home dadDizaman konteks budaya masa kini, dimana kebanyakan pasangan suami-istri harus bekerja diluar rumah, maka disini terjadilah adanya peran ganda.
Bukan hanya terjadi pada ibu, tapi juga pada ayah.
Peran ganda ini tentunya berpengaruh pada kehidupan berkeluarga selanjutnya, dimana di satu sisi, ibu harus dapat berperan sebagai seorang ibu, dan di sisi lainnya berperan sebagai seorang pekerja diluar rumah, yg berarti berkurangnya waktu yg ada untuk bersama sama dengan anak anak.
Berlainan dengan masa masa dimana wanita berperan sebagai seorang ibu rumah tangga murni.
Tetapi, kalau saja kita menyadarinya, sebenarnya di satu pihak peran ganda seorang ibu sebenarnyalah juga menjadi peran ganda seorang ayah.
Seperti misalnya; janganlah malu untuk membantu istri dirumah, seperti memasak atau membersihkan rumah.
Yang penting, jangan sampai orang tua bertengkar di depan anak, meskipun topiknya hanya sekedar untuk menyejahterakan keluarga.
Karena, anak sekarang sudah mampu menganalisis secara kritis seluruh tindakan dan perkataan orang tua, karenanya dianjurkan agar suami tidak terlalu banyak mendelegasikan tugas kepentingan anak kepada istri.
Jika itu harus terjadi, tangung jawab itu ada pada suami, seperti misal ; bila anak gagal dalam menempuh pendidikan, jangan selalu menyalahkan istri, karena menjadi tanggung jawab bersama antara suami dan istri.
Peran ganda suami didalam rumah ikut membina keluarga sejahtera, seperti ikut serta melakukan pekerjaan pekerjaan di rumah.
Ini suatu hak yang harus diterima, karena istri tidak punya cukup waktu untuk mengerjakannya, sedang suami belum siap untuk mengerjakan pekerjaan tersebut.
Celakanya, akhirnya semua pekerjaan diserahkan kepada pembantu.
Kedudukan suami pada konteks budaya masa kini telah berubah, suami harus dapat mengambil kedudukan yang bervariasi , kadang di depan, di tengah atau di belakang, seperti yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantoro , yakni : ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani.
Istri dalam konteks budaya masa kini, menghendaki suami meningkatkan pelibatan dirinya sebagai ayah untuk tugas dan tanggung jawab didalam keluarga, terutama dalam mendidik dan mengasuh anak.
Sedangkan anak, mengharapkan ayah tidak selalu mengambil posisi sebagai pelindung dan penasehat saja, tetapi juga sebagai seorang sahabat yang mau mendengar pendapat dan keluhan anak, sekaligus menciptakan pola asuh yang demokratis dengan ciri komunikasi dua arah.
Peran istri kini juga banyak yang berubah, mereka dapat memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga murni atau seorang ibu yang berperan ganda, sekaligus mencari nafkah.
Bila memilih berperan ganda yang merupakan haknya, tidak dapat disebut ia telah lalai terhadap tanggung jawab dalam keluarga.
Maka peran anggota keluarga yang lain dalam keluarga dengan sendirinya berubah pula.
Maka, suami akan menyesuaikan perannya dengan istri yang berperan ganda, suami juga akan terdorong untuk berperan ganda, begitu pula dengan anak anak yang dapat mengembangkan tanggung jawab untuk mandiri secara lebih dini.
Peran ibu, ayah dan anak yang berperan ganda akan lebih mudah menyelesaikan konflik, bila anggota keluarga itu secara bersama-sama dalam suatu kesatuan sosial yang kompak untuk menyelesaikan berbagai macam kendala.
Semoga bermanfaat……
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!